Danilla – Telisik

Lupakan dulu gegap gempita persaingan Raisa dan Isyana. Dua nama tersebut pasti sudah banyak dikenal di seantero negeri. Tapi coba kamu sebut nama Danilla. Mungkin hanya segelintir orang yang pernah mendengarnya.

Danilla merupakan solois asal Bandung yang memiliki darah seni dari orang tuanya. Sang ibu merupakan penyanyi jazz Ika Ratih Poespa, yang namanya sudah malang melintang sejak lama. Menurun ke anaknya, jadilah Danilla senima jazz yang patut diperhitungkan.

Mungkin tidak akan ada Telisik tanpa hadirnya Lafa Pratomo. Sosok terakhir ini menjadi produser serta instrumentalis. Dari segi lirik, Danilla tak bisa dianggap sebelah mata. kekuatan album ini justru terletak pada lirik abstrak, suram, mendayu bahkan sedikit nakal dari Danilla.

Dibuka track Penutupan (sepertinya sengaja terbalik) yang terdengar suram. Disusul Ada Di Sana sebuah track swing bertempo sedang yang mengingatkan saya dengan Payung Teduh. Senja Di Ambang Pilu track akustik dengan sentuhan vintage. Lalu ada Buaian, track andalan album ini yang sangat catchy tentang rayu gombal terhadap pasangan tanpa terkesan murahan. Reste Avec Moi track berbahasa Prancis karya sang ibunda membawa saya ke suasana gloomy Paris tahun 50an ala-ala film noire. Berikutnya Wahai Kau another catchy track yang cocok didengar saat pagi-pagi sambil menghirup udara segar. Di sini Danilla berduet dengan Lafa yang mampu menciptakan chemistry yang membuat pendengar bertanya-tanya, ada apa dengan mereka? 🙂

Setelah senyum-senyum, hadir track favorit saya sejak saat pertama kali mengenal Danilla, Terpaut Oleh Waktu. Track yang sangat amat sendu tentang kegelisahan seorang perempuan yang terpisah dengan kekasihnya. Jangan dengar saat hujan, bisa bikin kamu galau :D. Berikutnya Oh No! (Trembling Theory) track upbeat (untuk ukuran album ini) berlirik nakal. Lalu ada Junko Furuta tentang kisah tragis seorang perempuan muda di Jepang. Berdistraksi, disini terlihat kekuatan lirik Danilla yang walau terdengar catchy tapi tetap classy. Bilur track down tempo mengawang-awang yang cocok didengar saat melamun. Ditutup sebuah track remake dari film favorit Danilla, Sound of Music, My Favorite Things yang berdurasi 7 menit memberi kesempatan kepada band untuk sedikit show-off. Pendahuluan menjadi ending keseluran album cerdas ini.

Secara pribadi saya sangat menyukai Telisik baik dari segi musikalitas, lirik maupun suara lirih Danilla terlepas darinya yang memiliki wajah cantik oriental.

Jazz/Swing/Pop

Score 8/10

Advertisements