Silampukau – Dosa, Kota & Kenangan

Surabaya lebih dikenal sebagai kota penghasil band-band rock besar seperti Boomerang, Dewa 19, Padi dll. Kota ini juga menjadi tempat kelahiran Log Zhelebour, produser rock kenamaan Indonesia. Tapi dibalik cadasnya musik rock, terselip sebuah duo folk sederhana bernama Silampukau.

Jangan tanya saya apa arti Silampukau, coba saja cari di Google. Yang jelas duo ini mampu membius saya untuk mendengarkan album mereka berulang-ulang. Kekuatan mereka ada pada pemilihan kata-kata dengan tema sehari-hari. Sederhana? Ya. Tapi daya magis yang entah darimana datangnya, mampu membuat semua orang tersenyum, terharu, sedih bahkan ketawa saat mendengar lagu-lagu dalam album ini.

Lupakan dulu suara-suara distorsi ataupun dentuman-dentuman elektronik ala band sekarang. Silampukau hadir menawarkan kesederhanaan dalam musikalitas namun maksimal dalam lirik. Terbayang gigs-gigs kecil namun intim saat menonton mereka bernyanyi sambil minum bir.

Dibuka oleh Balada Harian tentang rutinitas kamu urban yang membuat hilangnya sisi humanis. Lalu Si Pelanggan tentang romantisme Dolly sebagai tempat lokalisasi Surabaya yang telah digusur. Puan Kelana sebuah lagu berlirik cerdas tentang long distance relationship yang membuat saya berkaca-kaca berempati dengan tokoh pria yang ditinggal berkelana. Bola Raya membuat saya bersyukur masih bisa merasakan lapangan hijau saat masih kecil. Lalu ada Bianglala tentang tempat hiburan rakyat di sana. Lagu Rantau (Sambat Omah) track tentang kelelahan menjadi kaum urban yang penuh cobaan dan merindukan kampung halaman.

Doa1 menjadi track favorit dengan lirik sentimentil dan sedikit menyentil tentang impian seorang pemuda yang ingin menjadi musisi  tapi malah nyasar jadi penjaga distro. Malam Jatuh di Surabaya menjadi track perenungan di kala melewati hari yang panjang. Satu track yang mampu membuat saya tertawa, Sang Juragan, tentang penjual miras yang harus berhadapan dengan pelanggan.Ditutup dengan muram oleh Aku Duduk Menanti sebuah track tentang penantian.

Buat kamu yang mungkin sedang jenuh dengan hiruk-pikuk band-band baru berskill dan teknologi tinggi, Silampukau bisa jadi alternatif. Band ini membuat saya ingin mengambil gitar lalu mebuat lagu dengan lirik-lirik ajaib.

Folk

Score 8/10

Advertisements