Sajama Cut – Manimal

Pada tahun 2010, band indie-rock ibukota ini meliris karya fenomenal sepanjang karir mereka, Manimal. Marcel Thee sang maestro, tak segan-segan merombak konsep dan personel Sajama Cut demi terciptanya mahakarya ini. Bisa dibilang Sajama Cut adalah alias dari Marcel Thee sendiri.

Album mereka sebelumnya pada tahun 2005 Osaka Journals, mendapatkan respon yang bagus dari para kritikus. Namun Marcel ternyata tidak ingin tenggelam dalam kenyamanan. Manimal seperti keluar dari band yang berbeda. Album yang penuh konsep dengan musik yang ambisius di satu sisi tapi tetap terdengar tenang di sisi lain.

Banyak referensi yang saya dapat dari album ini mulai dari ketukan drum ala Duran Duran, sampai sound ambien post-britpop seperti Elbow. Dari musik yang ceria seperti Supergrass sampai yang terdengar megah ala Human League. Terdengar rumit pada awalnya, namun setelah beberapa kali replay maka kamu akan menemukan notasi-notasi sederhana pada lagu-lagu di album ini.

Dari segi lirik, kamu mungkin tidak akan menemukan band lokal berbahasa Inggris yang sebanding dengan Sajama Cut. Kemampuan Marcel Thee mengolah kata tidak bisa dipandang sebelah mata. Simak lirik “Girl, you’re a criminal//You stole my heart and sold it in parts//The scars they are imminent //You’ve taking a part on the death of my heart” pada Whores of  the Orient, atau “Sleep just, quiet prose//For the sun is in your eyes//Cache for the ghost//Gather spies, run cold feet//Russian choir Yeah, the sun says “bitter rye”//Watching your goal” pada The Hongkong Cinema. Bahkan orang berbahasa Inggris pun belum tentu bisa membuat lirik seperti itu.

Beberapa judul akan terdengar aneh, disini saya melihat Marcel Thee merupakan pribadi yang imajinatif sedikit egosentris. Bahkan sebagian besar judul tidak merepresentasikan lirik dari lagunya. Justru disitulah letak benang merah Sajama Cut dengan album-album sebelum dan sesudah Manimal.

Paintings/Pantings menjadi track pembuka yang terdengar ceria. Lalu Twice (Rung the Ladder) yang menjadi favorit saya dengan ketukan drum pada reff yang sangat menggoda diiringi sound string yang kalem. Lalu ada Untitled #4 yang menjadi track paling memungkinkan untuk berdansa. Whores of the Orient track dengan sound yang megah mulai dari intronya. Hunted Light yang didominasi suara string dan bass ala baroque yang mengingatkan saya dengan Human League, meledak-ledak pada bagian akhir. The Hongkong Cinema track paling menyentuh buat saya. Terdengar kalem dan mendayu tapi dengar lirik yang magis. Speak In Tounges terdengar seperti REM dengan sound yang kaya. Track penutup Street Haunts sedikit mencekam karena dominasi string yang manjadi ciri khas album ini. Lalu bagian reff yang membius dengan ketukan drum yang lembut namun dalam disertai lirik sederhana yang membuat saya tanpa disadari ikut bersenandung.

Pada saat saya membuat tulisan ini, Sajama Cut telah merilis album terbarunya, Hobgoblin yang tentu saja berbeda dengan Manimal. Awalnya saya ingin membahas album tersebut, namun sayang kalau saya belum membahas Manimal karena perkembangan karakter musikalitas Marcel Thee sangat terlihat di album ini.

Manimal menjadi rilisan yang berbahaya untuk para penikmat musik Indonesia khususnya untuk para fans maupun kritikus. Terbukti dengan ludesnya reilisan ulang versi kaset pada acara Record Store Day 2015 kemarin.

Rock/Pop

Score 8,5/10

 

Advertisements