Tulus – Tulus

Kembali ke tahun 2011 saat penyanyi berbadan bongsor ini mencoba mengenalkan musiknya ke masyarakat. Saat itu pasar penyanyi solo pria sedang dikuasai oleh Afgan, Judika, Marcell dll yang musiknya cenderung ke arah pop. Tulus nekat muncul dengan album perdananya yang lebih bernuansa jazz.

Berawal dari cuitan seorang Selebtwit yang sedang membahas album ini, saya pun penasaran. Saya merasa sedikit berdosa karena tidak mengacuhkan album ini, saat itu saya cenderung mendengarkan musik indie-rock/indie-pop. Beberapa bulan setelah cuitan itu, saya baru mendengarkan Tulus secara menyeluruh.

Album ini menjadi jalan pembuka bagi Tulus untuk dikenal luas baik dalam komunitas maupun umum. Juga sebuah pembuktian kalau indie label mampu mendobrak tatanan musik mainstream yang cenderung monoton. Kehadiran Tulus tak bisa dipungkiri membawa angin segar yang awalnya hanya untuk beberapa kalangan, kini mampu diterima secara luas.

Merdu Untukmu (Intro) menjadi perkenalan yang sangat manis. Lagu singkat namun berlirik padat menunjukkan kualitas vokal Tulus yang halus, merdu dengan kapasitas yang pas, tidak berlebihan tidak juga kekurangan, sangat tulus. Teman Pesta sebuah track dengan musik motown bertempo sedang yang mampu mengajak kita berdansa. Teman Sebentar track bernuansa bossa-bebop up-beat dengan permainan instrumen yang sangat ciamik baik dari piano, contra-bass, brass-section dan gitarnya. Di sini terdengar jelas kemampuan Tulus dalam mengaransemen sebuah lagu yang berkualitas. Track selanjutnya Sewindu menjadi soundtrack para manusia patah hati (eits) yang uniknya jauh kesan mendayu-dayu apalagi cengeng. Berirama pop-jazz yang syahdu membuat kita menertawai kesedihan. Ada 2 versi Sewindu dalam album ini. Bila versi pertama full-band, versi kedua hanya diiringi suara rhodes organ oleh Ivan Jonathan. Bisa dibilang versi kedua lebih intim dan dalam. Vokal Tulus terdengar seperti rintihan yang merdu.

Diorama yang misterius karena didominasi oleh piano dan bass menjadi satu track yang unik yang mengingatkan saya akan music score Pink Panther dan film-film noire. Nuansa akustik terasa kental pada track Tuan Nona Kesepian. Dengan lirik yang seperti narasi cerita membuat kita seperti dalam sebuah drama klasik. Jatuh Cinta dengan intro piano yang manis yang membuat kita berpikir track ini akan menjadi lagu ballad bertempo lambat. Namun ternyata sebuah musik groovy-jazz memberi kejutan kepada kita. Teman Hidup sebuah track sangat romantis -menurut saya- yang dibalut dengan musik syahdu dan lirik simpel membuat saya ingin mencintai pasangan saya. Menjadi lagu wajib band pengiring di setiap acara pernikahan yang saya datangi. Ditutup Merdu Untukmu (Outro) yang menjadi penanda kalau Tulus masih ingin terus bernyanyi dan berkarya.

Album Selftitled mungkin tidak menjadi album Tulus dengan penjualan terbaik, namun album ini menjadi album Tulus yang sangat jujur dan tentu saja tulus. Background musik Tulus yang jazz sangat terasa dibandingkan dengan album selanjutnya yang sudah dibumbui nuasa pop.

Tak bisa dipungkiri, Tulus yang awalnya hanya sebatas musisi indie dengan paham DIY (Do-It-Yourself) kini tumbuh menjadi musisi yang ditunggu-tunggu baik album maupun singlenya. Terbukti dengan respon positif dari masyarakat saat ia mengeluarkan single terbarunya Pamit melalui channel YouTube. Dari penyanyi kelas klab & cafe menjadi penyanyi yang disandingkan sebagai Sam Smith Indonesia. Kita tunggu karya selanjutnya yang lebih tulus.

 

Jazz/Pop

Score: 8/10

 

Advertisements